Di tahun 2025 ini, anak pertama saya akan masuk ke sekolah dasar dan saya akan masukkan ke sekolah negeri. Ada tiga jalur yang tersedia di tahun ini yaitu, jalur domisi, afirmasi, dan mutasi. Jalur domisili untuk semua, jalur afirmasi untuk yang kurang mampu atau memiliki kebutuhan khusus, dan jalur mutasi untuk pindahan karena mutasi kerja orang tua. Cuman jalur domisili yang dapat saya gunakan untuk mendaftarkannya ke sekolah negeri. Oleh karena itu di tulisan ini saya akan membagikan pengalaman saya terkait pendaftaran ke sekolah negeri melalui jalur domisi.
Ada tiga komponen penilaian yang digunakan pada jalur domisili yaitu jarak, kepemilikan NISN (pernah TK), dan usia. Komponen yang paling besar bobotnya adalah jarak yang nilainya ribuan, kemudian NISN yang nilainya maksimal seratus, dan usia yang nilainya hanya puluhan. Anak saya berusia 7 tahun lebih mendapat nilai 26 untuk komponen usia.
Setelah melakukan pendaftaran, orang tua siswa dapat memilih tiga dari lima sekolah terdekat dari lokasi tempat tinggal yang didaftarkan. Setiap sekolah menerima siswa dengan jumlah yang berbeda-beda. Ada sekolah yang membuka hingga 3 kelas dan jumlah siswa satu kelas saat ini sudah dibatasi maksimal 28 – 31 siswa (Lebih bagus dari zaman saya yang satu kelas bisa sampai 60 siswa 😂). Setelah memilih tiga sekolah orang tua siswa harus melengkapi empat dokumen yang diunggah ke sistem, yaitu Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Foto Anak, dan Pakta Integritas yang sudah ditandatangani. Proses pendaftaran telah selesai jika dokumen sudah diunggah dan dikirim ke sistem. Proses validasi terhadap data yang dikirimkan akan dilakukan oleh Sekolah pilihan pertama. Data yang sudah dikirim tidak dapat diubah lagi.
Proses penilaian dilakukan sebagai berikut. Di awal anak akan dimasukkan ke dalam daftar nama siswa di sekolah pilihan pertama. Jika telah melebihi kuota maka setiap anak akan diurutkan berdasarkan total nilai dari tiga komponen penilaian yang telah saya jelaskan sebelumnya. Anak yang berada diurutan yang lebih besar dari kuota akan dimasukkan ke pilihan kedua dan seterusnya. Di pilihan kedua dan ketiga anak akan diurutkan juga seperti di pilihan pertama jika pendaftar melebihi kuota. Siswa yang lulus yang namanya masih ada di dalam kuota yang disediakan
Ada beberapa tips-tips yang dapat saya bagikan berdasarkan pengalaman saya yang mungkin dapat anda gunakan di tahun depan jika sistemnya masih sama:
Demikian pengalaman yang dapat saya bagikan melalui tulisan ini. Semoga bermanfaat. Saya juga telah merekap hasil seleksi jalur domisili di setiap sekolah dasar yang mungkin akan saya bagikan ditulisan selanjutnya 😊.
Leave a Reply